Tuesday, September 25, 2012

Pabrik Foxconn kembali berproduksi setelah kerusuhan sehari sebelumnya

Pabrik Foxconn kembali berproduksi setelah kerusuhan sehari sebelumnya

Gadgetan – Setelah ditutup 1 hari akibat kerusuhan yang melibatkan hampir 2,000 pekerja di Pabrik Foxconn di Taiyuan, Cina bagian utara. Hari ini, Foxconn kembali mulai berproduksi.

Walaupun Foxconn menghentikan proses produksi selama 1 hari penuh, akibat kerusuhan pada Senin subuh kemarin . Pihak Foxconn mengatakan supply iPhone 5 ke seluruh dunia tidak akan terganggu. Beberapa media memang sempat memprediksi bahwa aliran produk iPhone 5 akan terganggu karena keributan massal ini, namun Foxconn membantah asumsi tersebut. Foxconn saat ini dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi dan merakit komponen untuk perangkat Apple.

Louis Woo, juru bicara Foxconn menyatakan kepada Reuter, “Kami memiliki 79,000 pekerja di Foxconn Taiyuan dan kami selalu memiliki stock cadangan, jadi proses supply iPhone 5 tidak akan terganggu sama sekali

Keributan yang terjadi di Foxconn kemarin dikabarkan melibatkan petugas keamanan di pabrik dengan para pekerja di Foxconn. Kerusuhan ini mengakibatkan 40 orang terluka dan beberapa orang ditahan oleh pihak kepolisian.

Foxconn sendiri menolak untuk mengomentari apa yang memicu kerusuhan, mereka hanya menjelaskan kekerasan yang terjadi ini sebagai “insiden” dan “masalah pribadi” meskipun melibatkan sejumlah besar pekerja dan puluhan cedera yang terjadi.

Foxconn yang saat ini merupakan pembuat komponen elektronik terbesar di dunia, saat ini memang menjadi sorotan akibat terjadinya kasus demi kasus bunuh diri pada area pabrik dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini juga telah dituduh mempekerjakan buruh di bawah umur, menyediakan kondisi hidup yang buruk di perumahan asrama, dan lembur karyawan yang tidak wajar, bahkan tidak dibayar.

Apakah Foxconn di Indonesia memiliki sistem seketat di China nantinya? Well, kita belum bisa memastikan karena Foxconn baru akan meresmikan pabrik pertama mereka di Cikande pada Januari nanti.

No comments:

Post a Comment