Friday, October 5, 2012

Wow, Kamera ini disebut Dark Energy Camera memiliki resolusi 570MP

Wow, Kamera ini disebut Dark Energy Camera memiliki resolusi 570MP

Dark Energy Camera

Gadgetan – Nokia PureView boleh saja memiliki sensor kamera ponsel terbesar dengan 41MP. Tetapi, tunggu dulu pernahkah Anda mendengar Dark Energy Camera? Kamera ini memang tidak seukuran ponsel yang bisa Anda masukkan ke dalam saku Anda, namun hal yang mencengangkan adalah kamera ini memiliki resolusi hingga 570MP yang tidak bisa dikalahkan kamera manapun di muka bumi.

Dark Energy Camera ini sendiri diperkenalkan pada pertengahan September yaitu 17 September 2012 kemarin. Kamera ini sendiri dikembangkan selama 8 tahun, memiliki tinggi 5 kaki dan berat 4 ton. Tugas dari DEC ini adalah untuk membuka rahasia energi gelap (dark energy) alam semesta kita. DEC dikembangkan oleh para peneliti di Departemen Energi AS, Fermi National Accelerator Laboratory di  Batavia, Illinois. Berikut adalah cara mereka membangunnya.

DEC dirakit dari dari 62 perangkat gabungan yang berfungsi menyerap jutaan tahun perjalanan cahaya. DEC digunakan oleh para ilmuwan dan peneliti untuk mengungkap misteri Astrofisika. Inilah gambar pertama yang berhasil ditangkap oleh DEC.

Foto pertama yang diambil DEC

Kamera raksasa ini dipasang pada teleskop M. Victor Blanco di National Science Foundation Cerro Tololo Inter-American Observatory di Chile, yang merupakan cabang wilayah selatan dari US National Optical Astronomy Observatory (NOAO).

National Science Foundation Cerro Tololo Inter-American Observatory di Chile

DEC diklaim bisa melihat cahaya lebih dari 100.000 galaksi hingga 8 miliar tahun cahaya jauhnya pada setiap tembakan. Hal ini juga memungkinkan para ilmuwan dari seluruh dunia untuk melakukan penyelidikan mulai dari studi asteroid di tata surya kita untuk memahami asal-usul dan nasib alam semesta.

Tim peneliti dalam waktu dekat akan melakukan survei dengan mengambil beberapa foto. Foto yang diambil akan menjadi data untuk melakukan penelitian pada energi gelap, mempelajari cluster galaksi, supernova, penggumpalan skala besar galaksi dan lensa gravitasi yang lemah.

Mungkin hanya para astronom yang mengerti bahasa Fisika tersebut. Namun, penemuan ini membuat teori demi teori Fisika dari para ilmuwan pendahulu kita bisa berubah tentunya.

 

No comments:

Post a Comment