Wednesday, October 17, 2012

Debat calon presiden di AS membahas tentang pembuatan produk Apple di Cina

Debat calon presiden di AS membahas tentang pembuatan produk Apple di Cina

Gadgetan - Masa kampanye di AS sedang berlangsung, kemarin (16/10), calon presiden dari partai Demokrat yaitu Barack Obama melakukan debat dengan calon presiden dari partai Republikan yaitu Mitt Romney.

Salah satu hal menarik yang dibahas adalah tentang kemampuan pemerintah dalam menyediakan lapangan pekerjaan di AS. Moderator yang berasal dari CNN, Candy Crowley bertanya kepada kedua kandidat mengenai bagaimana membuat Apple agar bisa mengalihkan produksi massalnya ke AS dari Cina.

Mitt Romney menjawab pertanyaan itu duluan dengan mengatakan, ”Pertama, kita harus meminta Cina agar bermain secara adil … Kedua, kita harus membuat Amerika Serikat sebagai tempat yang paling menarik bagi pengusaha, orang-orang yang ingin memperluas bisnis tentunya akan membawa pekerjaan di sini”

Kemudian Crowley menyela dengan mengatakan AS tidak dapat membayar upah rendah seperti yang pekerja Cina dapatkan, mendengar hal itu Presiden Obama menanggapi komentar tersebut.

“Ada beberapa pekerjaan yang tidak akan datang kembali di sini. Karena mereka yang berupah rendah, memiliki keterampilan rendah dalam pekerjaan. Saya ingin pekerja AS mendapat upah tinggi, dengan keterampilan pekerjaan yang tinggi. Itulah mengapa kita harus menekankan manufaktur. Itulah mengapa kita harus berinvestasi dalam manufaktur yang maju. Itulah sebabnya kita harus memastikan bahwa kita memiliki ilmu terbaik dan penelitian di dunia” Ujar Obama.

Obama berharap ke depannya akan ada inovasi baru serta perusahaan seperti Apple yang baru di AS. Di AS sendiri saat ini, sebuah perusahaan pembuat PC paling besar di Cina yaitu Lenovo sedang melakukan perakitan massal untuk produk PC, tablet dan laptop di North Carolina. Hal ini mungkin bisa menjadi langkah awal bagi AS untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan di teknologi industri massal.

Wah, cukup seru yah, lalu kira-kira bagaimana dengan pemerintah negara Indonesia? Apakah industri massal Indonesia bisa berkembang dan memiliki visi serupa dengan negara AS?

No comments:

Post a Comment