Sunday, September 16, 2012

Telkomsel dinyatakan pailit, apa yang terjadi?

Telkomsel dinyatakan pailit, apa yang terjadi?

Gadgetan – Pada Jumat sore kemarin (14/9), berbagai media teknologi lokal membuat headline heboh dengan judul “Telkomsel bangkrut!”, “Telkomsel pailit, saatnya berganti operator?”, “Tak bayar utang, Telkomsel dinyatakan pailit“, dan sebagainya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Telkomsel? Gadgetan akan membahasnya untuk Anda.

Kasus Telkomsel yang dinyatakan pailit pada sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (PN Jakpus) ini sangat heboh. Pengguna yang menggunakan Telkomsel boleh dikatakan adalah yang paling besar di Indonesia. Hal ini sempat membuat khawatir para pengguna Telkomsel ataupun perusahaan-perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Telkomsel.

Pailitnya Telkomsel sendiri adalah akibat dikabulkannya gugatan dari PT Prima Jaya Informatika terhadap Telkomsel akibat pemutusan kontrak sepihak yang mengakibatkan kerugian PT Prima Jaya mencapai sebesar IDR 5,3 miliar.

Cerita berawal dari bulan Juni 2011, dimana saat itu ada kontrak kerjasama antara Telkomsel dengan PT Prima Jaya Informatika untuk mendistribusikan Kartu Prima voucher isi ulang dan kartu perdana prabayar Kartu Prima berdesain atlet nasional selama dua tahun.

Kewajiban dari Telkomsel adalah menyediakan voucher isi ulang bertema khusus olahraga sedikitnya 120 juta lembar dan menyediakan kartu perdana prabayar bertema olahraga sebanyak 10 juta per tahun , sementara kewajban dari PT Prima Jaya adalah mendistribusikan dan menjual kartu produksi anak perusahaan Telkom tersebut.

Sayangnya, kontrak 2 tahun itu dihentikan sepihak oleh Telkomsel pada Juni 2012 kemarin dan membuat pihak PT Prima Jaya menanggung kerugian sebesar IDR 5,3 miliar. PT Prima Jaya yang menyatakan telah berusaha menghubungi pihak Telkomsel untuk meminta penjelasan, tidak bisa mendapatkan penjelasan resmi dan jelas dari pihak Telkomsel yang membuat mereka mengambil langkah hukum.

Setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Telkomsel mengatakan kepada pihak media agar para pengguna Telkomsel tidak panik karena semua layanan jaringan dan bisnis tidak akan mengalami efek apapun. Telkomsel mencoba menghormati keputusan tersebut, namun tetap akan menyatakan banding untuk menjaga nama baik Telkomsel.

Telkomsel sendiri menyatakan kalau aset perusahaan sangat sehat dan tidak layak dinyatakan pailit, mereka juga percaya bahwa mereka akan dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan baik untuk menjaga kepercayaan semua stakeholder (pihak yang memiliki kepentingan dengan Telkomsel).

Kalau begitu, bagi Anda para pengguna Telkomsel tidak perlu khawatir. Semoga saja kedua belah pihak mendapatkan keputusan yang adil kedepannya.

No comments:

Post a Comment